Tag: Rasulullah

  • Persiapan Terpenting sebelum Pernikahan yang Paling Sering Diabaikan

    Kurang atau tidak adanya persiapan menjadi sebab utama kegagalan, dalam bidang apa pun, termasuk pernikahan. Sebaliknya, persiapan yang memadai dan efektif akan banyak berpengaruh dalam pencapaian bahagia dan berkah serta keberlangsungan pernikahan hingga pasangan suam-istri bersama sampai surga. Insya Allah. Persiapan pertama dan paling utama bagi siapa pun yang akan menikah ialah soalan niat. Adanya […]

  • Nabi Pun Libatkan Mertua dalam Masalah Rumah Tangganya

    Ketika rumah tangga yang kita jalani diterpa badai masalah tak usai-usai, apa jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan solusi? Bijakkah jika melibatkan orang tua (mertua) salah satu pasangan? Ataukah sebaiknya dinikmati sendiri tanpa campur tangan mertua atau pasangan? Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu diundang ke rumah menantunya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Beliau diundang […]

  • Yang Tidak Diketahui Publik tentang Poligami KH M Arifin Ilham (2)

    Lanjutan dari Yang Tidak Diketahui Publik tentang Poligami KH M Arifin Ilham Tidak Heboh Berbeda dengan publik figur lainnya, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham yang memiliki puluhan bahkan ratusan ribu jamaah dzikir ini tergolong sepi pemberitaan. Tentunya ada banyak sebab. Salah satunya adalah kemandirian beliau dalam berdakwah dan pertolongan dari Allah Ta’ala. Tentu akan lain kisahnya […]

  • Yang Tidak Diketahui Publik tentang Poligami KH M Arifin Ilham

    Hampir semua laki-laki atau wanita yang normal akan merasa iri tatkala melihat Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham bersama keluarganya, lengkap dengan dua istrinya. Beliau mengenalkan istri kedua kepada publik di Majlis az-Zikra, sekitar satu jam setelah acara dzikir akbar di Masjid az-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat. Ketika itu, sang istri kedua tidak mengenakan cadar. Baru […]

  • Sunnah kepada Mertua yang Semakin Banyak Ditinggalkan

    Ada banyak konflik suami dan istri yang diawali dengan bermasalahnya komunikasi mereka dengan mertua. Kedua belah pihak merasa layak untuk memenangkan perdebatan hingga persoalan didiamkan begitu saja atau ada pihak yang menjadi tersangka, dan pihak lainnya merasa selalu benar, enggan disalahkan meski keliru. Dalam interaksi antara menantu dan mertua, sejatinya kita memiliki contoh yang amat […]