Empat Kelainan Refraksi dan Cara Mengatasi

Sahabat Keluarga Cinta, kesehatan merupakan rezeki yang amat mahal dan berharga. Syaikh Asy Sya’rawi menyebut kesehatan sebagai a’la darajatur rizq; rezeki yang lebih tinggi daripada harta. Sebab harta yang dikumpulkan bertahun-tahun bisa hilang sekejap gara-gara sakit.

Pun dengan kesehatan mata kita. Ia juga rezeki berharga yang tak bisa dihitung dengan harta. Bayangkan seseorang yang buta. Jika ia punya uang Rp 2 miliar, ia pasti mau mengeluarkan Rp 1 miliar asalkan bisa melihat. Bahkan mungkin ia mau mengeluarkan semua uangnya agar matanya bisa menyaksikan indahnya dunia.

Bahkan untuk sakit atau kelainan ringan saja, kita merasa terganggu dan berharap segera sehat seperti sedia kala. Tak jarang orang mau mengeluarkan dana besar untuk kembali mendapatkan penglihatan normal. Misalnya, kelainan refraksi.

Sedikitnya ada empat kelainan refraksi. Apa saja dan bagaimana cara mengatasinya?

Miopia

Miopia (rabun jauh) adalah keadaan refraksi mata di mana dalam keadaan mata istirahat (tanpa akomodasi), seberkas cahaya sejajar yang berasal dari obyek yang terletak jauh tak terhingga akan difokuskan pada satu titik fokus di depan retina.

Secara sederhana, miopi adalah penglihatan yang kabur saat melihat obyek yang jauh sedangkan untuk obyek yang dekat masih terlihat jelas.

Hipermetropi

Hipermetropi (rabun dekat) adalah keadaan refraksi mata di mana dalam keadaan mata istirahat (tanpa akomodasi), seberkas cahaya sejajar yang berasal dari obyek yang terletak dekat akan difokuskan pada satu titik fokus di belakang retina.

Secara sederhana, hipermetropi  adalah penglihatan yang kabur saat melihat obyek yang dekat sedangkan untuk obyek yang jauh masih terlihat jelas.

Baca juga: Adab Bergaul dengan Lawan Jenis

Astigmatisme

Astigmatisme (silinder) adalah kondisi optik mata, di mana sinar-sinar sejajar tidak dibiaskan pada satu titik fokus tunggal. Karena fokusnya tidak jelas, penglihatannya pun berbayang dan sering pusing.

Presbiopi

Presbiopi (mata tua) adalah kondisi berkurang hingga hilangnya akomodasi lensa mata karena faktor usia sehingga mengakibatkan kesulitan melihat jarak dekat.

Presbiopi hampir sama dengan hipermetropi. Bedanya adalah hipermetropi terjadi gangguan pada bentuk kornea atau lensa mata yang tidak normal, sedangkan presbiopi disebabkan oleh otot sekitar lensa mata menjadi kaku akibat faktor penuaan.

Cara Mengatasi

Seluruh kelainan refraksi, cara mengatasinya adalah dengan mengoreksi agar bisa melihat normal. Koreksi penglihatan ini secara konvensional adalah dengan kacamata atau lensa kontak.

Untuk miopia, menggunakan lensa minus. Untuk penderita hipermetropi dan presbiopi, menggunakan lensa plus. Sedangkan untuk astigmatisme, menggunakan lensa silindris.

Nah, kini ada teknologi baru untuk mengoreksi kelainan refraksi secara permanen. Yakni dengan operasi lasik. Lasik (Laser In Situ Keratomileusis) adalah prosedur laser untuk mengoreksi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak.

Sebenarnya, Lasik merupakan salah satu metode Laser Vision Correction (LVC). Namun, masyarakat umum biasa menyebut semua metode Laser Vision Correction dengan istilah lasik.

Ada tiga metode Laser Vision Correction yaitu PRK (Photorefractive Keratectomy) atau lasek, Femto LASIK, dan Relex SMILE. Ketiganya, oleh masyarakat umum disebut dengan istilah yang sama; lasik.

Penutup

Semoga dengan pembahasan singkat ini, Sahabat Keluarga Cinta menjadi lebih mensyukuri nikmat mata. Kemudian menjaga nikmat ini dengan sebaik-baiknya serta menggunakannya secara optimal di jalan kebaikan. Tilawah Al-Qur’an, membaca buku, dan melihat keindahan yang semakin mengingatkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. [KeluargaCinta]

Terbaru

- Advertisment -