Kiat Menemukan Pasangan Sejati (Bagian Akhir)

ilustrasi @plus.google
ilustrasi @plus.google

Lanjutan dari Kiat Menemukan Pasangan Sejati 5

Menemukan pasangan sejati dalam hidup adalah salah satu usaha yang harus ditempuh. Apalagi seseorang akan menghabiskan sisa waktu hingga akhir hayatnya dengan pasangan yang telah dipilihnya. Upaya-upaya yang dilakukan ini hanyalah pemancing, pemicu dan sarana. Sebab, semua tentang hasil kembali kepada Allah Swt.

Dalam bagian terdahulu, kiat-kiat mendapatkan pasangan sejati adalah: doa, istighfar dan tobat, ibadah, berpikir posiif, berbakti kepada orangtua, mengakrabkan diri dengan al-Qur’an, membaca sejarah Nabi dan sahabatnya, menyaksamai biografi tokoh berpengaruh, serta memperbanyak aktivitas guna mencapai prestasi.

Dalam bagian ini akan dibahas dua kiat terakhir dalam rangkaian usaha menemukan pasangan sejati. Patut dicatat, pasangan sejati adalah sosok terbaik yang ditakdirkan Allah Swt untuk menjadi teman hidup bagi kita dalam menjalani hidup di dunia ini.

10. Menjaga Perilaku

Salah satu ajaran utama Islam adalah akhlak. Ia bersifat bawaan, meski bisa juga diubah dengan pembiasaan. Saking utamanya akhlak ini, Allah Swt mengutus Rasulullah Saw untuk menyempurnakan akhlak umat-umatnya.

Penting bagi seseorang untuk menjaga dan mengupayakan akhlak terbaik. Apalagi, hampir semua output ibadah adalah kesempurnaan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya perintah untuk mendirikan shalat, output utamanya adalah tercegahnya perbuatan keji dan mungkar oleh pelaku shalat.

Akhlak yang memesona adalah daya tarik tersendiri bagi orang lain. Karena tabiat asasi manusia memang menyukai kebaikan. Mereka yang menjaga perilakunya untuk selalu berada dalam kebaikan, adalah magnet yang akan mengundang simpati dan kesukaan sesamanya. Maka, dalam salah satu ayat, Allah Swt menegaskan: Orang baik untuk yang baik, siapa yang keji bagi mereka yang serupa.

11. Perluas Jaringan (relasi)

Kehidupan memang datang tanpa diminta. Hidup adalah pemberian murni. Namun, untuk hidup secara baik nan layak, ada upaya yang mesti ditempuh, ada sarana yang menjadi jembatannya. Begitupun dengan jodoh.

Relasi adalah salah satu sarana untuk menjemputnya. Ketika seseorang memiliki kenalan, pasti kenalan tersebut memiliki kenalan yang lain. Hal itulah yang menjadi sebab dikenalkannnya seseorang kepada kenalan sahabatnya itu. Bukankah ini alternatif pintu yang bisa dibuka untuk ‘memasukkan’ jodoh dalam kehidupan seseorang?

Bagi kaum muslimin, relasi adalah silaturahim. Perintah mulia yang disunnahkan oleh Rasulullah Saw. Diantara hikmahnya adalah menolak musibah (bencana), memanjangkan umur dan memperlancar rezeki.

Nah, diantara banyak cabang rezeki itu adalah jodoh. Semakin banyak relasi, peluang mendapatkan jodoh, insya Allah semakin melimpah. Pun, dengan kualitas sahabat yang kita jadikan relasi itu sendiri.[Pirman]

1 KOMENTAR

  1. Alkhamdulillah, terimakasih nasihatnya. Semoga mampu menjalankannya, juga siapa saja yg belum berjodoh segera dikaruniakan Allah jodoh yang soleh. Aamiiin

Comments are closed.

Terbaru

- Advertisment -