Jarang Dandan Bersama Istri? Baca 4 Hadits Ini!

Banyak sekali teladan yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam untuk mengharmoniskan rumah tangga umatnya. Menjadi nilai lebih dan penyemangat tambahan, sebab dengan meneladani sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam urusan rumah tangga, kita tidak hanya merasa semakin sayang kepada pasangan, tapi berhak pula atas pahala yang agung dari Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Salah satu hal mengasyikkan yang bisa dikerjakan untuk menambah keromantisan dan keharmonisan rumah tangga adalah dengan dandan bersama pasangan. Bagi Anda yang belum pernah merasakan sensasi ayiknya, hayatilah empat riwayat berikut. Riwayat ini menjadi bukti nyata betapa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kerap mengerjakannya.

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menjulurkan kepalanya padaku ketika aku sedang datang bulan, sementara beliau sedang melakukan i’tikaf. Beliau meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu aku keramasi dan aku sisir rambutnya, padahal aku sedang datang bulan.”

Hadits pertama ini diriwayatkan oleh Imam Aburrazzaq Rahimahullahu Ta’ala.

Berapa pun usia pernikahan Anda, kapan terakhir kali mengeramasi rambut pasangan lalu menyisirnya sepenuh cinta sesarat rindu?

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam apabila meminyaki badannya, beliau memluai dari bagian auratnya dan mengolesinya dengan nurah. Kemudian istri beliau meminyaki bagian badan lain hingga ke sekujur tubuhnya.”

Nurah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah Rahimahullahu Ta’ala ini dinisbatkan pada minyak wangi yang berbentuk serbuk.

- Advertisement -

“Aku pernah mengoleskan minyak wangi kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dengan minyak wangi yang beliau miliki sampai aku mendapati warna kemilau pada rambut dan jengootnya.”

Dalam hadits ketiga yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari Rahimahullahu Ta’ala ini, ada gambaran yang amat jelas akan sikap romantis dan penuh perhatian yang sudah seharusnya ada di dalam diri seorang istri kepada suami, dan sebaliknya.

Sedangkan dalam hadits keempat yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Asakir, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mendapatkan hadiah mantel. Saat mengenakannya, beliau bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhuma, “Bagaimana pakaian ini menurut pendapatmu, wahai Aisyah?”

Sang istri yang paling banyak meriwayatkan hadits ini menyampaikan jawaban kelembutan, “Alangkah bagusnya (tampan dan serasi) engkau dengan pakaian itu, ya Rasulullah. Warna hitamnya serasi dengan putih kulitmu dan kulit putihmu serasi dengan warna hitamnya (mantel).”

Mari, ajak pasangan kita berdandan bersama. Insya Allah, cinta makin merekah dan dilimpahi barakah. Aamiin.

- Advertisement -

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

- Advertisement -

Terbaru

Keutamaan Membaca Ayat Kursi di Malam Hari

Ada dua waktu istimewa di malam hari untuk membaca ayat kursi. Kedua-duanya memiliki fadhilah alias keutamaan yang istimewa. Dua...

Pengakuan Bantal, Saksi Bisu Gersangnya Hubungan

Judul Pengakuan Bantal ini mengadopsi tulisan Dr Karim Asy Syadzili dalam bukunya, Kado Pernikahan. Isinya telah dikembangkan agar lebih relevan dengan kondisi...

Mengapa Muslimah Dilarang Cerita Kecantikan Teman pada Suaminya?

“Mas, temanku si Anita itu cantik banget. Ia rajin facial. Pakai skincare mahal..” Pernah mendengar kalimat seperti ini? Atau jangan-jangan Anda sendiri pernah ngomong...

Ini 32 Dosa Suami yang Meresahkan Hati Istri

Pernikahan adalah ibadah paling panjang waktunya. Jika sholat hanya sekitar 6 menit, sehari semalam hanya setengah jam. Puasa yang sehari 14 jam pun, hanya...