Sunnah kepada Mertua yang Semakin Banyak Ditinggalkan

Ada banyak konflik suami dan istri yang diawali dengan bermasalahnya komunikasi mereka dengan mertua. Kedua belah pihak merasa layak untuk memenangkan perdebatan hingga persoalan didiamkan begitu saja atau ada pihak yang menjadi tersangka, dan pihak lainnya merasa selalu benar, enggan disalahkan meski keliru.

- Advertisement -

Dalam interaksi antara menantu dan mertua, sejatinya kita memiliki contoh yang amat paripurna dari sosok Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Beliau merupakan menantu dari sahabatnya-sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq dan sayyidina ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhuma-, juga mertua dari sosok berjuluk kunci ilmu pengetahuan, sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib.

Dalam konteks hubungan harmonis antara menantu dan mertua, ada begitu banyak teladan yang sering dilewatkan oleh kaum Muslimin. Padahal jika diamalkan, teladan ini pasti memberikan hasil yang amat optimal dan bermanfaat untuk menggapai bahagia dan barakah dalam rumah tangga.

Mari menjadi saksi, betapa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam adalah sosok yang paling dekat hubungan ukhuwahnya dengan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah menjadi menantu Abu Bakar lantaran menikahi Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

Dan Abu Bakar adalah sosok yang paling dicintai oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari kalangan laki-laki sebagaimana jawaban yang beliau sampaikan ketika ditanya oleh sahabat mulia Amru bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu.

Abu Bakar juga menjadi orang pertama yang membela Rasulullah sejak keduanya belum menjalin hubungan menantu dan mertua. Abu Bakar juga merupakan sosok pengganti Nabi sebagai pemimpin kaum Muslimin setelah manusia paling mulia di seluruh zaman itu wafat.

Mertua lainnya yang sangat disegani oleh Nabi ialah sayyidina ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Beliau menjadi mertua setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menikahi sosok Ummul Mukminin Hafshah Radhiyallahu ‘anha, sosok yang dikenal ahli tahajjud dan puasa sunnah.

- Advertisement -

‘Umar bin Khaththab ialah orang kedua yang paling diicntai Nabi setelah Abu Bakar ash-Shiddiq. Dan kita menjumpai, ada begitu banyak riwayat nan mengesankan antara keduanya.

Salah satunya, ‘Umar bin Khaththab pernah dipuji sebagai sosok yang ditakuti setan, bahkan setan akan memilih jalan selain yang dilewati oleh ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

Wahai para menantu, sudahkah kita meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam hal ini? Jika belum, wajar jika kita bermasalah dengan mertua. Sebab jika sunnah Nabi ini diamalkan, insya Allah relasi dengan mertua akan senantiasa berada dalam kebaikan dan keberkahan.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

- Advertisement -

Terbaru

Keutamaan Membaca Ayat Kursi di Malam Hari

Ada dua waktu istimewa di malam hari untuk membaca ayat kursi. Kedua-duanya memiliki fadhilah alias keutamaan yang istimewa. Dua...

Pengakuan Bantal, Saksi Bisu Gersangnya Hubungan

Judul Pengakuan Bantal ini mengadopsi tulisan Dr Karim Asy Syadzili dalam bukunya, Kado Pernikahan. Isinya telah dikembangkan agar lebih relevan dengan kondisi...

Mengapa Muslimah Dilarang Cerita Kecantikan Teman pada Suaminya?

“Mas, temanku si Anita itu cantik banget. Ia rajin facial. Pakai skincare mahal..” Pernah mendengar kalimat seperti ini? Atau jangan-jangan Anda sendiri pernah ngomong...

Ini 32 Dosa Suami yang Meresahkan Hati Istri

Pernikahan adalah ibadah paling panjang waktunya. Jika sholat hanya sekitar 6 menit, sehari semalam hanya setengah jam. Puasa yang sehari 14 jam pun, hanya...