Teguran bagi Yang Bermewah-mewah dalam Walimah

Jika Anda seorang laki-laki Muslim dan sudah berniat bulat untuk menikah tapi terhalang biaya walimah yang tinggi menjulang, bacalah hadits ini dengan penghayatan penuh. Baca dengan teliti, lalu sampaikan kepada calon istri dan walinya tentang kesungguhan niat Anda.

Jika Anda seorang wanita Muslimah dan mematok angka yang luar biasa kepada calon suami terkait perayaan walimah, semoga hadits ini benar-benar membuka hati dan pikiran Anda bahwa walimah adalah bagian dari sunnah yang harus diteladani dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, bukan mencontoh generasi masa kini atau para artis idola Anda.

Sahabat mulia Abdurrahman bin Auf mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Dia melaporkan pernikahannya dengan seorang Muslimah. “Saya telah menikah dengan maskawin sekeping emas,” ujarnya.

“Semoga Allah Ta’ala memberikan berkah kepadamu. Adakanlah walimah walau dengan (menyembelih) seekor kambing kibasy.” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Apakah laki-laki yang hendak menikahi Anda lebih kaya dari sosok Abdurrahman bin Auf? Jika kepada salah satu sahabat terkaya saja Nabi hanya menyarankan walimah dengan seekor kambing, berapa angka yang mungkin direkomendasikan oleh Nabi kepada calon suami yang akan menikahi Anda, sementara kerjaannya hanya seorang karyawan kantor? Jika Nabi saja melonggarkan, mengapa Anda justru menuntut lebih dengan banyak dalih yang tak islami secuil pun?

Selain hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah di atas, ada riwayat lain dari beliau tentang walimah dengan seekor kambing yang berasal dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ketika mengisahkan walimah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam saat menikahi Zainab binti Jahsy.

Pada hakikatnya, walimah hanya mengabarkan kepada khalayak bahwa seseorang telah menikah. Bahkan jika seekor kambing terasa berat, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pernah mencontohkan yang jauh lebih sederhana dari itu.

Setelah menikah dengan Shafiyyah binti Huyay, sebagaimana dituturkan dari sahabat mulia Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengadakan walimah dengan makanan gandum dan kurma. Ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah Rahimahullahu Ta’ala.

Bahkan sahabat Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah Rahimahullahu Ta’ala disebutkan memberikan hidangan walimah kepada Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wa sallam berupa butiran kurma sisa yang dia makan malamnya bersama sang istri.

Sungguh, ini teladan yang sangat nyata. Sayangnya, teladan ini diingkari oleh sebagian kita dengan banyak dalih yang tak beralasan. Hal inilah yang akhirnya menjadi penghalang bagi pemuda-pemuda Muslimin untuk menyegerakan menikah karena kondisi ekonomi yang jauh dari kata mampu.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

2 KOMENTAR

  1. Pernikahan Abdurrahman bin auf saat itu selepas dari hijrah ke kota madinah, abdurrahman bin auf meninggalkan seluruh hartanya di kota mekkah. Jadi abdurrahman bin auf memulai usahanya dari nol saat itu dan ketika sudah sedikit mulai mampu mengembangkan usahanya kembali, wajar ia menikahi seorang wanita dengan mas kawin hanya sekeping emas. Namun keutamaannya, tetaplah Rasulullah saw menganjurkan walimahan yg tidak berlebih-lebihan.
    Wallahualam…

  2. Sudah tidak dibsa di pungkiri dan di hindari oleh masyarakat indonesia, bahkan yg tadinya org ga mampu aja bela – belain hutang hanya untuk menikahkan anaknya biar wah, biar megah, dan yg lebih parah lagi perempuan sekarang itu gengsi kalau menikah hanya sederhana, lebih memilih tidak menikah dari pada menikah tapi sederhana, ini fakta dan sudah bukan hal yg tabu lagi, padahal menjalani Rumah tangga itu jauh lebih sulit ketimbang menikahnya, kalau ada wanita yg mau menikah dng hanya walimah yg sederhana, sini saya nikahi dia,

Comments are closed.

Terbaru

Baca Ayat Kursi, Mimpi Buruk Pergi dan Bangun pun Lebih Pagi

“Ummi, Hamzah nggak mau mimpi.” Tiba-tiba anak ketiga kami mengadu. Waktu itu ia masih duduk di bangku Playgroup. Setelah ngobrol lebih lanjut,...

Meski Sudah Berkeluarga, Jangan Pernah Lupakan Ibu

Jika ada 1000 orang yang mencintaimu, akulah yang pertama.Jika ada 100 orang yang mencintaimu, akulah yang pertama.Jika ada 10 orang yang mencintaimu,...

Bahagiakan Keluarga di Hari Asyura, Niscaya Kau Bahagia Sepanjang Tahun

Membahagiakan keluarga tak perlu menunggu waktu tertentu. Tapi membahagiakan keluarga di hari asyura bernilai spesial. Sebab ada hadits yang menyebutkan, ia akan...

Dosa Ghibah Lebih Berat dari Zina? Baca Hadits-Hadits Ini

Ghibah bukanlah dosa yang remeh. Para ulama memasukkannya dalam kategori al kabair; dosa-dosa besar. Bahkan ada yang menyebut, dosa ghibah lebih berat...